Tampilkan postingan dengan label lifting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lifting. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Desember 2013

Cara Membuat Lifting Plan (Rencana Angkat)


Assalamualaikum,

Wah kayak nya sudah lama banget ya saya ndak posting tulisan di blog ini hehe, kali ini saya mau share sedikit tentang cara membuat lifting plan atau rencana kerja angkat yang simple.
Lifting plan dibuat sebelum dilakukan pekerjaan lifting atau pengangkatan yang menggunakan alat berat seperti TMC (Truck Mounted Crane), Mobile Crane, Tower Crane, Crawler Crane, dll (dalam contoh kasus disini saya akan ambil penggunaan crane jenis mobile crane ya).
Sebelum membuat lifting plan, ada beberapa data penting yang perlu kita siapkan yaitu :
  1. dimensi dan berat beban yang akan diangkat
  2. jenis dan kapasitas crane yang akan digunakan
  3. load chart  dari crane yang akan digunakan untuk mengetahui kapasitas angkat crane optimum pada derajat boom,panjang boom yang akan digunakan (working radius), panjang outrigger dan jarak as ke as antar crane dan beban yang akan diangkat).
  4. alat bantu angkat (lifting gear) apa saja yang akan digunakan
  5. hasil

Senin, 10 Oktober 2011

Crane Safety

DEFINISI

Crane digunakan untuk mengangkat muatan secara vertikal, menahannya apabila diperlukan, dan menurunkan muatan ke tempat lain yang ditentukan dengan mekanisme pendongkrak (luffing), pemutar (slewing), dan pejalan (travelling).

Berdasarkan konstruksi crane dikelompokkan menjadi:

Mobile cranes Crawler crane (crane roda rantai)
Wheel crane (crane roda ban)
Truck mounted crane (carne dipasang pada truc Modified cranes (crane modifikasi)
Crane tetap Tower crane
Crawler crane (crane roda rantai)
Wheel crane (crane roda ban)
Truck mounted crane (carne dipasang pada truck)
Modified cranes (crane modifikasi)

Safeguards pada Crawler Crane :

1. Boom limit switch : pengaman pada crane untuk mencegah berlebih nya derajat angkat sehingga beam dari crane tersebut menabrak ke body utama dari crane dan dapat berakibat hilang nya ke stabilan saat proses lifting dan bebean dapat jatuh atau menabrak pada beam crane itu sendiri (terdiri dari penunjuk derajat / pointer dan angle plate)

2. Hook Latch :pengaman pada hook crane yang berguna untuk mengunci beban yang dikaitkan pada hook agar tidak terlepas dari hook itu sendiri.

3. Over hoist Limit switch : Pengaman pada crane yang berfungsi untuk menahan ketika terjadi
over height pada saat lifting yang dapat berakibat terlepas nya hook dan beban menjadi tidak stabil.

Data – data yang diperlukan pada saat sebelum dilakukan proses lifting adalah :