Sabtu, 07 Desember 2013

Cara Membuat Lifting Plan (Rencana Angkat)


Assalamualaikum,

Wah kayak nya sudah lama banget ya saya ndak posting tulisan di blog ini hehe, kali ini saya mau share sedikit tentang cara membuat lifting plan atau rencana kerja angkat yang simple.
Lifting plan dibuat sebelum dilakukan pekerjaan lifting atau pengangkatan yang menggunakan alat berat seperti TMC (Truck Mounted Crane), Mobile Crane, Tower Crane, Crawler Crane, dll (dalam contoh kasus disini saya akan ambil penggunaan crane jenis mobile crane ya).
Sebelum membuat lifting plan, ada beberapa data penting yang perlu kita siapkan yaitu :
  1. dimensi dan berat beban yang akan diangkat
  2. jenis dan kapasitas crane yang akan digunakan
  3. load chart  dari crane yang akan digunakan untuk mengetahui kapasitas angkat crane optimum pada derajat boom,panjang boom yang akan digunakan (working radius), panjang outrigger dan jarak as ke as antar crane dan beban yang akan diangkat).
  4. alat bantu angkat (lifting gear) apa saja yang akan digunakan
  5. hasil inspeksi crane dan lifting gear (untuk crane dapat dilakukan inspeksi visual,load test (untuk testing ada nya kebocoran pada hydraulic system atau tidak, ada keretakan atau kerusakan pada hook dan wire sling atau tidak, dll (mungkin nanti akan dijelaskan di page berbeda mengenai crane inspection ya teman2 hehe) jika lifting gear seperti chain block, level block, wire rope dapat dilakukan metode inspeksi NDT seperti Penetrant Test atau Magnetic Particle Inspection (MPI) untuk mengetahui ada cacat atau keretakan atau tidak.
  6.  Lokasi pengangkatan (area yang lapang atau kah ada existing facility di area tersebut)
  7.  total beban dari lifting gear yang akan digunakan
  8.  panjang webbing / wire sling yang akan digunakan
 
Setelah data – data tersebut di dapatkan, selanjutnya akan dilakukan pengolahan data untuk menentukan panjang boom yang akan digunakan, dan berat beban yang boleh di gunakan lewat load chart :
 
Jika kita mengambil contoh untuk mengangkat beban misal container atau porta cabin) dengan berat total maksimum 5 ton, kemudian kita akan menggambar nya pada program autocad untuk lebih jelasnya seperti dibawah :



Dari program autocad tersebut, kita juga bias mendapat kan berapa derajat kemiringan dari boom atau boom angle dari crane yang akan dilakukan dalam proses pekerjaan pengangkatan tersebut. Tidak hanya boom angle saja, tapi kita bias juga mendapat berapa jarak yang aman antara crane dan mobil pengangkut yang digunakan.

Contoh saya mengambil load chart untuk crane KATO kapasitas 25 Ton (yang pernah kami gunakan)  :


 Bagaimana cara membaca load chart tersebut ? berikut dibawah keterangannya ya

Setelah kita dapat menggambar rencana angkat dan bisa membaca load chart, kita juga harus menghitung lifting plan tersebut, yaitu dengan cara sebagai berikut :
  1.  kita harus mendapat data crane : misal crane yang digunakan ialah Crane KATO kapasitas 25 ton
  2.  beban total yang diangkat : (jumlah antara berat beban utama yang diangkat + berat total lifting gear yang digunakan) yang dikali kan dengan Dynamic Factor diambil dari table di samping.
  3. selanjutnya kita harus mengetahui prosentase kondisi crane yang kita gunakan dari hasil inspeksi. jika kita mengambil prosentasi kondisi crane 95 % dikarenakan dari hasil inspeksi crane dinyatakan aman, tidak ada kebocoran huydraulic dan tahun penggunan dibawah 2 tahun, maka kita akan korelasikan perhitungannya dengan beban aman yang ada dalam load chart sebagai berikut:  
    1.  kondisi crane = 95 %
    2.  berat yang diperbolehkan sesuai load chart = 7.1 ton
    3.  maka Lifting capacity = 7.1 ton x 95 % = 6.745 ton
  4. setelah itu kita harus menghitung Safety Factor untuk lifting activity ini dengan cara membagi lifting capacity dengan Total beban (total beban x DAF), Safety factor = lifting capacity / total load = 6,745 ton / 6,16 ton = 1.09
  5. jika kita mendapat lifting capacity < dari beban angkat maksimal yang diperbolehkan di load chart, maka dapat dinyatakan proses pengangkatan aman untuk dilakukan

Drawing  lifting plan (tampak samping)

Drawing  lifting plan (tampak atas)

25 komentar:

  1. Apakah bias mengangkat berat 70Ton menggunakan Tandem Crane Kobelco 120T dengan Reeving 6 lilit & Kato 55T

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut saya ga bisa karena akan overload di crane kato, kita ambil aja safety faktornya 75% , 75% dari 70 Ton = 52.5 ton.
      cap max crane 55 ton anggaplah 55 ton * 75%

      Hapus
    2. bisa.karena beban di angkat crane 120 ton,dan crane 55ton untuk takeling saja.(di utamakan ketenangan dannyali operator crane 55ton nya)

      Hapus
    3. Numpang Copas ya.... thank you.

      Hapus
    4. Ijin copPas dan pelajari. Trimakasih 👷✌

      Hapus
    5. ya sih kan sistem gandeng double crane. crane 120 ton kobelco untuk swing sedankan kato 55 ton untuk menahan ujung material yg d angkat agar dapat radius crane 120 ton. biasanya sih kaya gitu yg material panjang yg bakalan d erection doang

      Hapus
  2. https://grabcad.com/library/lifting-study-by-various-crane-1

    BalasHapus
  3. Saya mau bertanya, akan mengankat genset berat 5 ton dari truk ke gedung , panjang/jarak yang dipindahkan 25meter, supaya aman saya harus pakai crane yang berapa ton ? terima kasih sebelumnya

    BalasHapus
  4. 6.61 ton didapat dari mana? Hitungannya gimana

    BalasHapus
  5. Pak Danar, beban berat yang diangkat 5 ton + weight lifting gear + weight hook block (5000+500)=5,5 ton sementara kapasitas crane 7,1 ton dengan daya angkat crane yg 95%, daya angkat crane sudah mencapai 89%, itu sangat sangat critical belum lagi beban kejut, angin, bisa membuat crane tiping atau kolap so crane 25T tidak di anjurkan.
    Itu menurut saya pak

    BalasHapus
  6. bagaimana jika embuatnya dengan stick ice

    BalasHapus
  7. pak, bisa di beri perhitungan jika kita buat tripod dengan pipa panjang 3,7m diameter 2", pembuktian rumus bisa angkat beban berapa? (angkat bebannya dengan menggunakan takel yang dipasang diatasnya

    BalasHapus
  8. Saya mau mengangkat Flare Stack dengan berat 5 ton dan akan menggunakan spreader Bar dari H-Beam 200x200x52 dengan panjang H Beam 76 Cm. BAgaimana menghitung kekuatan Beam tersebut apakah mampu untuk mengangkat Beban dengan berat 5 ton tersebut. Terima kasih

    BalasHapus
  9. Thank you for sharing. And if you are looking for the best relocation process can make easier by our beneficial services
    Kato 25 Ton Dubai

    BalasHapus
  10. saya mau angkat balok girder bentang 25.8 m berat 35 ton, menggunakan 2 crane masing masing kapasitas 50 ton, bisa di bantu perhitungannya bos?

    BalasHapus
  11. Assalamualaikum kk saya ada soal
    "Sebuah lif mengangkat 1000 kg setinggi 25 m dalam 30 s (gaya tarik bumi 9,81 m/s).berapa daya angkatnya.
    Mohon bantuan nya kk wassalammualaikum

    BalasHapus