Rabu, 12 Oktober 2011

Hydrotest



Hm kali ni saya mencoba untuk membahas tentang hydrotest serta bagaimana mengenai aspek HSE yang harus diperhatikan. let's get the party started :)

 

secara arti nya saja kita dapat mengetahui bahwa hydrotest atau singkatan dari Hydrostatic test ialah pengujian dengan tekanan tertentu dengan menggunakan media air sebagai pengujinya untuk mengetahui kekuatan suatu material dan untuk mengetahui apakah terdapat kebocoran atau tidak (biasa nya dilakukan pada benda - benda yang telah disambung kan dengan sistem pengelasan).
 
karena saya lebih banyak menyelami pipelines project ya mungkin jadinya saya akan bahas beberapa hal tentang hydrotest  yang telah kami kerjakan dan awasi selama project kami berlangsung.

Dalam dunia EPC (Engineering, Procurement and Construction) kami sebagai contractor harus memenuhi semua prosedural dari client kami. perlakuan sebelum proses hydrotest ini dilakukan ialah persetujuan dokumen, yaitu hydrotest procedure yang dibuat oleh client. Prosedur ini berisi mengenai bagai mana langkah - langkah kerja, kemudian berapa Design Pressure dan Hydrotest Pressure nya. Untuk standart international nya, diambil dari : 

ASME B 31.3 - Process Piping
ASME B 31.4 - Liquid Transportation System for Hydrocarbon dan  
ASME B 31.8 - Gas Transmission and Distribution Piping System. (yang ini semua untuk piping system

dan untuk flowlines / pipelines nya  

ASME B 31.8 - Gas Transmission and Distribution Piping System
API RP1110 - Recommended Practice for the Pressure Testing of Liquid - Petroleum Pipeline
SNI-13-3472 - Pengelasan Saluran dan Fasilitas yang terkait
MIGAS/KEP/MEN/NO.300.K/38/M.PE/1997 - Keselamatan Kerja Penyalur Minyak dan Gas bumi


kita bedakan disini antara flowlines / pipelines atau jalur pipa dengan piping atau sistem perpipaan (termasuk didalam nya sambungan spool yang disambung dengan flanges)


perbedaan paling signifikan disini ialah panjang dari kedua hal tersebut (piping dan pipelines) sehingga dalam prosedur nya pun nanti nya akan diperlakukan dengan cara yang berbeda pengujiaanya.semisal untuk pipelines dengan panjang 800 m dengan 6 expansion loop maka prosedur atau urutan sebelum dan sesudah dilakukan hydrotest akan aka proses cleaning (jalur pipa diisi dengan air kemudian diamsukkan pig atau bahasa awam nya sponge untuk membersihkan bagian dalam pipa, pig didorong dengan compressor hingga keluar pipa), sebelumnya telah dipasangkan dulu pig laucher pada inlet pipa dan pig receiver pada outlet pipa, kemudian dilakukan proses gauging atau pengukuran tekanan, lalu dilakukan filling water atau proses pengisian air dengan ujung outlet pipa dipasangkan penutupan dengan memasang pig receiver untuk penahannya.

setelah proses filling water dilakukan maka selanjutnya ialah proses pressurizing atau penekanan. dari standart ASME B31.8 chapter IV clause 841.322 (c) shal be tested to 1,25 of the MOP (Maximum Operating Pressure), MOP dari Design Pressure pipa yang akan digunakan tersebut. semisal nih, operating pressure dari pipelines ialah 1485 psi maka untuk hydrotest pressure nya dikalikan dengan Test facktor = 1,25 sehingga ketemu lah angka 1856 psi untuk hydrotest pressure nya.

namun saat pelaksaan pressurizing nya tidak boleh langsung ditekan hingga ke tingkat maximum nya (1856 psi) namun secara bertahap kenaikannya.

dengan tingginya tekanan pada proses ini, maka diharapkan hanya orang - orang yang berkompeten saja yang dapat melakukannya dan untuk setiap pekerjaan bertekanan, pastikan seluruh selang yang menghubungkan dari pompa ke pipa telah terpasang whiplock (alat untuk penahan selang ketika terjadi out of control pada selang)





untuk prosedur hydrotest yang kami jalankan proses chart nya sebagai berikut :

kemudian dilakukan leak test  sesuai dengan ASME B31.8 dengan persyaratan sesuai dengan API - RP - 1110. Pembacaan tekanan pada pipa yang sedang di Hydrotest ini dilakukan setiap 1/2 jam sekali hingga dilakukan test off dan release pressure.  toleransi untuk pressure lost dari proses ini ialah 20 % dari 1/4 derajat F suhu pengujian dengan sensitivitas 1 psig

setelah proses pressurizing selesai maka selanjutnya ialah Dewatering atau membuang semua air yang bearada pada jalur pipa dengan membuka flanges yang ada pada outlet.

setelah itu dilakukan proses swabing yaitu memasukan pig kembai ke dalam jalur pipa untuk mengering kan air hingga tidak ada air sama sekali dan pipa siap untuk dilakukan proses purging.



proses purging ialah proses injeksi Nitrogen ke dalam pipa hingga pipa dalam keadaan vacuum dengan tingkat oksigen di dalamnya 5% atau kurang dan siap untuk dialiri gas. rsiko yang ada dari proses purging ini ialah pada operator nya dikarenakan Nitrogen yang disimpan dalma bentuk cair sehingga suhu nya yang sangat rendah yaitu -196 derajat Celcisu dapat mengakibatkan rusak nya jaringan kulit jika terpapar dan jika Nitrogen tersebut terhirup dalam jumlah banyak dapat menyebabkan asphyxia atau susah untuk bernafas / seperti tercekik. oleh karena itu pekerja yang melakukan proses purging ini diharuskan menggunakan sarung tangan kulit (leather hand gloves) dengan standart yang dapat menahan suhu yang sangat rendah dan penggunaan masker dengan cartridge untuk menghindari paparan Nitrogen secara berlebiha jika terjadi kebocoran.

setelah proses purging selesai maka selesailah seluruh rangkain dari prosedur pengerjaan dari hydrotest package ini.

mohon koreksi, masukan dan sarannya.

CMIIW :)


SAFETY IT STARTING FROM OURSELVES


4 komentar:

  1. mantap bang numpang copas yach

    BalasHapus
  2. Bang, saya ingin menanyakan beberapa hal tentang pre-comm pipe line karena saya masih baru tentang hal ini.
    Saat ini saya sedang mengerjakan onshore burried trunkline 6" untuk gas dan 3" untuk condensate sepanjang masing2 18km. Saat ini sedang dalam persiapan hydrotest.
    Didalam kontrak scope pekerjaan saya adalah sampai dengan pre-commissioning dan gas-in. Mohon penjelasannya untuk pertanyaan sbb:
    1. Karena gas dari client belum tersedia, apakah saya bisa beralasan untuk tidak melakukan drying dan purging N2, sehingga pipa bisa saya hand over ke client sampai dengan tahap dewatering dan swabbing saja (karena menurut informasi yang saya terima, purging N2 akan percuma jika tidak ditindak lanjuti dengan gas-in dalam jangka waktu yang cukup lama)?
    2.Jika pada saat hydrotest terjadi indikasi kebocoran, bagaimana cara mencari lokasi kebocoran tersebut karena ke 2 line tsb sudah tertanam dalam tanah.
    Saya tunggu jawabannya dan terima kasih atas pencerahannya

    Salam
    BS

    BalasHapus
    Balasan
    1. kenapa pipanya sudah di tanam di dalam tanah?? seharusnya sebelum di lakukan leaktest pipa masih bisa terlihat karena jika ada kebocoran secara visual bisa langsung dilakukan action untuk repair.

      Hapus