Selasa, 17 Januari 2012

Confined Space



pertama kali baca kata ini apa yang terlintas di benak teman2?
bekerja di dalam tangki kah?
bekerja di bawah terowongan atau gorong2 kah?
atau berada di dalam sebuah galian?

yup itu merupakan beberapa contoh dari apa yang kita sebut confined space atau area kerja terbatas, sekarang kita lihat pengertian dari confined space dari OSHA

OSHA :  Suatu ruangan yang cukup luas dan berbentuk sedemikian rupa sehingga   seseorang dapat memasuki dan melakukan pekerjaan didalamnya,   memiliki keterbatasan jalan masuk dan keluar dan tidak dirancang untuk   ditempati secara terus menerus

beberapa contoh nya seperti yang ada diatas, di dalam pipa, tungku / furnace, boilers, manholes, galian, bejana / vessels, dll




untuk memastikan bahwa area kerja terbatas tersebut tetap aman maka ada beberapa langkah yang harus diikuti :

1. identifikasi ruang terbatas
  • -  BAHAYA - apakah ruang tersebut cukup tertutup sehingga berisi udara berbahaya atau mungkinkah ruang tersebut   menimbulkan bahaya fisik?
  • - JALAN KELUAR ? MASUK - apakah kemudahan atau jalan keluar sangat terbatas sehingga penyelamatan ketika keadaan darurat muncul memerlukan tenaga manusia dan peralatan tambahan
kalau jawaban dari kedua pertanyaan tersebut adalah "YA" makaruang tersebut diklasifikasikan sbg "confined space" (Area / Ruang  Terbatas)

Klasifikasi ruang terbatas
  • kelas 1 : Ruang terbatas yang dulu dan sekarang tidak ada bahaya
  • kelas 2 : Ruang terbatas dulu ada dan mungkin ada bahaya tetapi bahayanya dapat dihilangkan
  • kelas 3 : Ruang terbatas dulu dan sekarang terdapat atau mungkin terdapat bahaya
2.Identifikasi Bahaya Fisik


  • uap beracun (toxic vapors)
  • Noise atau getaran
  • Kekurangan atau kelebihan oksigen
  • penurunan kemampuan pandang
  • gas, uap dan cairan mudah terbakar
  • endapan iron sulphide
  • bahaya listrik
  • surface hazards (licin, tersandung, jatuh)
  • temperatur atau kelembaban ekstrim
  • batas jalan keluar / akses keluar
  • iritasi kulit karena kontak dengan bahan kimia berbahaya
  • bahaya listrik statis
  • masuknya bahan berbahaya melalui saluran pipa
  • runtuhnya galian
3.Persiapan memasuki Confined Space

 
 memastikan beberapa prosedur telah dijalankan seperti :
  • jika memasuki area galian, pastikan dinding galian telah mengikuti prosedur keselamatan untuk pencegahan longsoran (pemasangan dinding pengaman / retaining wall atau dinding galian dibuat 45 derajat)
  • jika memasuki ke dalam vessel atau manhole, oastikan sistem LOTO telah berjalan dan terpasang, sehingga karyawan yang lain tahu bahwa dalam sistem itu sedang ada proses perbaikan atau pekerjaan sehingga proses tersebut tidak bisa di running untuk sementara, pastikan juga fluida yang didalam jalur pipa, vessel atau boiler tersebut telah dikosongkan / di drainage
identifikasi peralatan : nomor dan letak peralatan / vessel, diagram bagian - bagian dalamnya, daftar jalur yang di blind / blank, produk atau material yang berkaitan dengan peralatan yang akan dimasuki (MSDS), misal fluida nya condensate maka harus tahu MSDS dari materia ltsb, terus safety pracautions nya juga harus disiapkan.



persiapan di lapangan :
1. cleaning / pembersihan
2. purging
3. ventilasi
4. isolasi peralatan (blind, blank, plug or cap, disconnect, double block and bleed)
5. pencahayaan
6. pemutusan arus / energi



4. Alat Pelindung diri harus :

 

1. sesuai dengan bahaya - bahaya yang dihadapi
2. sesuai dengan rekomendasi permit dan pre risk assessment checklist
3. sesuai dengan rekomendasi MSDS
4. harus dipakai dengan benar dan sesuai prosedur

5. Kualifikasi dan tanggung jawab

 a. supervisory personnel : ialah orang yang bertugas mengawasi pekerjaan confined space tersebut, dan harus tau prosedur kerja yang aman serta scope kerja dia seperti apa, dia juga yang memegang kendali untukEmergency response team (ERT Leader)

b. operator : ialahorang yang bertugas mengoperasikan atau mematikan jalannya sistem atau proses di sebuah plant. LOTO dilakukan atas izin dan sepengetahuan dari operator ini.

c. pekerja : pekerja ialah orang yang akan melakukan pekerjaan dalam ruang terbatas, harus memiliki pengetahuan mengenai safe work practices dan apa yang dilakukan ketika terjadi keadaan darurat, serta menggunkan PPE sesuai prosedur dan hasil analisa bahaya.pekerja tidak boleh masuk ke dalam confined space sebelum dilakukan gas test oleh gas tester untuk mengetahui kandungan gas apa saja yang ada didalam area terbatas tersebut.

d. gas tester : ialah seoarang yang qualified untuk melakukan pengecekan gas dalam confined space. ia bekerja dilengkapi dengan gas detektor dan SCBA (Self contained breathing apparatus). beliau juga yang menyatakan area kerja tersebut aman atau tidak dari gas berbahaya melalui hasil gas detektor yang ia lakukan.

e. safety watch / safety standby : ialah orang yang bertugas untuk memastikan berjalannya sistem keselamatan sesuai dengan Work Permit yang telah dibuat dan penilaian resiko yang telah disepakati bersama. ia juga harus menjelaskan setiap resiko dan penanggulangan dalam JSA yang akan dihadapi oleh pekerja melalui Pre Job safety Meeting (PJSM)

f. rescue personnel : ialah regu yang bertugas untuk menyelamatkan karyawan ketika ada kondisi darurat sperti karyawan terpapar gas beracun hingga pingsan, dll. tim ini harus selalu standby dilokasi saat confined space working sedang berlangsung. anggota dari tim ini minimal harus telah mendapat kan pelatihan BFA (Basic First Aider).

g. fire watch : ialah petugas yang bertugas untuk mengawasi setiap proses pekerjaan apakah mengeluarkan percikan api, ada potensi sumber api yang dapat terbakar dll, sehingga dia bisa memberikan peringatan dini dan memberhentikan pekerjaan ketika ada kondisi yang dianggap emergency.

6. Izin / Permit
  1. izin hanya berlaku untuk periode/batas waktu tertentu.
  2. Izin harus disiapkan oleh seorang yang berwenang (biasanya  supervisor atau orang     yang ditunjuknya)
  3. Izin harus ditempelkan secara jelas di pintu masuk ruang terbatas.
  4. Semua izin yang dikeluarkan harus dicatat.Izin harus dikembalikan setelah selesai pekerjaan, habis masanya (waktu yang diizinkan) atau dikarenakan sesuatu hal yang mengharuskan permit dikembalikan
7. Menguji atau Mengukur Atmosfir (Gas Testing)

  1. Gas test dilakukan (di awal dan secara periodic) untuk memastikan tidak adanya uap/gas yang bisa menimbulkan bahaya.
  2. Pekerjaan tidak diijinkan jika dideteksi ada kandungan gas atau ada potensi timbulnya kandungan gas yang dapat menimbulkan kebakaran/ledakan.
  3. Langkah pengamanan tertentu harus diambil untuk pekerjaan pembersihan tangki/vessel atau penggantian fuel filter, dikarenakan kemungkinan adanya residu yang mengandung pyrophoric (oxides/ iron sulfides) yang dapat terbakar dengan sendirinya jika kering.
level udara yang diizinkan dan dianggap aman ialah :
Oxygen : 19 - 23 %
Flammable gas = 0 % LEL
H2S = 0 ppm
CO2 = <500 ppm
CO = 0 ppm




Pengujian / pengukuran harus  seluruh ruangan

8. Pelaksanaan Pekerjaan Ruang Terbatas
  • Pemeriksaan peralatan, equipment, PPE, gas tester, alat-alat emergency, dll (pre use inspection).
  • Mengadakan pre-job meeting (Prosedur, hazards dan emergency plant).
  • Penempatan alat baik peralatan kerja atau peralatan emergency yang benar dan tepat (confined space checklist).
  • Memeriksa isolasi telah terpasang pada tempatnya dengan menggunakan isolation sheet. (LOTO Procedure)
  • Setelah semua dilakukan baru dikeluarkan permit/izin dan selanjutnya diadakan first entry. 
9. Post Check

    Inspeksi akhir diperlukan untuk menyakinkan bahwa semuanya sudah kembali seperti semula dengan mengadakan pemeriksaan:
- Periksa tidak ada peralatan yang tertinggal.
- Semua orang sudah keluar.
- Semua isolasi sudah dibuka dan posisinya benar.
- Semua permit sudah dikembalikan.
 
10.   Prosedur Penyelamatan di Ruang Terbatas
perencanaan penyelamatan : harus diskusi dan yakinkan semu apersonil tahu & mengerti :
a. peralatan
b. penugasan personil
c. aba - aba yang disepakati
d. safe area
Ingat : 60 % korban di ruang terbatas menimpa penolong / rescuer  
 
Ada 7 langkah umum yang dilakukan dalam situasi emergency
 1.Keluar/menjauh. 
2.Membunyikan alarm. 
3.Mengamati situasi. 
4.Memakai PPE
5.Minta bantuan. 
6.Sadarkan/First aid
 7.Bantuan medis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar